Sejarah Profesi Surveyor Kontruksi

Pekerjaan surveyor sudah ada ejak jaman dahulu kala, mungkin sama tuanya dengan peradaban manusia. Walaupun mungkin pada jaman dahulu kegiatan survey yang mereka lakukan masih sangat sederhana. Terutama saat mereka berpindah-pindah tempat tinggalnya (nomaden)

Saat mereka memutuskan meninggalkan tempat yang lama dan mencari tempat tinggal baru karena berkurangnya ketersediaan bahan makanan, air ataupun dari ancaman bahaya-bahaya lain.

Maka ada kelompok kecil yang berangkat lebih dahulu untuk mencari tempat tinggal baru. Mereka mencari tempat yang relatif lebih aman, nyaman dan jauh dari ancaman marabahaya yang bisa mengancam. Mereka mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan dan ketika semua siap baru mereka membawa seluruh anggota kelompoknya.

Akan sangat beresiko jika mereka langsung membawa seluruh anggota kelompok, terutama wanita dan anak-anak yang relatif sebagai anggota kelompok paling lemah yang rawan terancam keselamatannya.

Stonehenge, salah satu situs batu purba raksasa di Inggris yang bediri kira-kira 1500 tahun sebelum masehi sudah melakukan kegiatan survey dan pengukuran tanah untuk melakukan pembangunan situs itu. Mereka menggunakan batu, pasak dan tali sebagai media pengukuran wilayah mereka saat itu.

Pada jaman peradaban mesir kuno mereka menggunakan tali untuk membatasi kepemilikan lahan pertanian pada warganya. Mereka bercocok tanam di pinggir sungai Nil. Dan saat itu Sungai Nil mempunyai pasang surut yang sangat jauh. Di satu sisi itu merugikan karena akan membuat mereka rugi karena tanaman mereka akan rusak atau hanyut. Namun di sisi lain itu menguntungkan karena setelah banjir kesuburan tanah mereka akan kembali.

Dengan tali yang dipasang maka mereka bisa tahu lahan mereka sebelumnya dan tidak terjadi perselisihan karena perebutan lahan pertanian.

Mereka juga sangat menguasai ilmu ukur tanah dan ilmu matematika, terbukti dengan adanya piramid dengan alas berbentuk persegi hampir sempurna. Dan dinding sudut kemiringan piramid yang identik satu sama lain. Dan itu hal yang mustahil dilakukan jika mereka tidak menguasai ilmu matematika terutama trigonometri.

Sistem Ilmu Ukur Tanah modern dikembangkan oleh pakar matematika Belanda Willebrord Snell dengan sistem segitiga atau triangulasi pada tahun 1615.

Perkembangannya semakin pesat apalagi setelah ditemukan Theodolite oleh Jesse Ramsden pada tahun 1787. Theodolite itu digunakan oleh tim Great Trigonometric Survey untuk memetakan Gunung Everest pada tahun 1801. Pemetaan yang dilakukan tim ini memiliki banyak dampak secara ilmiah dan ekonomi dan menjadi awal industrialisasi oleh pemerintahan kolonial Inggris dengan pembangunan kanal, jalan, dan rel secara massal.

PT Bumi Indonesia menyediakan jasa surveyor ke seluruh Indonesia. Silahkan menghubungi kami melalui kantor kami di alamat berikut ini:

Kalimantan - Samarinda

Jl. Tantina I No 26 (Jl. A.M Sangaji)
Telp : 0541 - 745244

Sulawesi - Makassar

Perumahan Delta Mas No 4 A Berua Raya - Daya

Surabaya - Jawa Timur

Sidoarjo

Bandung - Jawa Barat

Purwakarta (workshop) Cadas desa Ciptagumati

Papua

Sentani Jayapura Jl. Sosial BPD v Gunung Jalur 5

Online

Hp : 0811590455 - 082155097777 - 08115585977 - 08115585971

Administrator
17 Feb 2021   976 kali
Kontak Kami